Kamis, 02 Oktober 2014

Cerita Sedikit

Selamat sore ,so ini postingan pertama tentang saya . tapi ngepost tentang apa yaa ??


mungkin ini saja
sekarang  saya sudah kelas XII . nahh ini masalahnya tau dong namanya anak sekolah ,pasti yang identik yaitu bangun pagi , tugas ,pekerjaan rumah dan memikirkan tentang ulangan.apalagi sekarang kurikulum yng baru K13 yaa walaupun angkatan saya masih menerapkan kurikulum lama jadi pulangnya cepat hahahaha tapi tugas nya juga ngikut-ngikut K13 tiap hariii adaaa aja tugass ,kadang tiap minggu 5 harinya full ada tugas belum lagi ulangan harian tiap minggu pastii ada ,hufttt (alay dikit) 
 .     nah untuk minggu ini ada 3 ulangan harian .. yang satu IPA lisan lagi ,alhamdulillah nya saya dapat nilai 100  trus kedua pelajaran kimia, ini dari 4 pertanyaan cuma 3 yang kejawab itu pun gak full , yang ketiga ulangan agama , kalo yang ini dicancel karena ada acara di sekolah hahahaha.
     selain ulangan ada tugas .. bahasa inggris disuruh menghapal 8 tenses ehh pas udah dihapal malah gak maju nah untuk pertemuan berikutnya ditambah jadi 12 tenses apa tahan ni otakkk . ditambah tugas-tugas yang lain ... huhhhh restart aja nih otak kalo bisa .

yahh itulah resiko orang sekolah harus siap hadapin tugas2 yang gak henti-henti didapatkan
tapi apa musti harus tiap hari ada tugas ,gak juga kan?? sooo ini aja dari saya ,, gak penting sih cuma mau nulis aja dan posting di blog daripada basii wkwkwkwwk 

Kamis, 21 Agustus 2014

Sabtu, 05 Juli 2014

Sejarah Singkat Berdirinya Kerajaan Banjar


ASAL MULA BERDIRINYA

KERAJAAN BANJAR
        Al-kisah, di negri keling tersebutlah seorang saudagar besar bernama mangkubumi,mempunyai seorang isteri bernama sitira.saudagar mangkubumi dan sitira mempunyai seorang anak bernama empu jatmika yang mempunyai isteri bernama sira manguntur.
        Empu jatmika dan sira manguntur memiliki dua orang anak yaitu empu mandastana dan lambung mangkurat.
        Ketika saudagar mangkumi dalam keadaan sakit,beliau berpesan kepada anaknya empu jatmika “apabila kelak meninggal dunia,maka janganlah engkau tetap tinggal di negri keling ini,sebab engkau nanti akan mendapat malapetaka, segeralah engkau berpindah mencari tempat yang tanahnya panas dan baunya wangi” .
        Tidak berapa lama setelah itu akhirnya saudagar itu meninggal dunia,setelah selesai penguburan mayat ayahnya empu jatmika segera berkemas untuk berlayar mencari tempat yang telah diwasiatkan ayahnya dulu.setelah beberapa lama berlayar sampailah empu jatmika beserta rombongannya di ujung tanah,lalu bermalam di tepat itu.pada malam harinya empu jatmika bermimpi mendengar suara ayahnya yang berkata, “hai anakku! Naiklah engkau ke darat,nanti engkau akan mendapat tempat yang tanahnya panas seperti bara api dan berbau wangi,yang wanginya seperti bunga pudak.”
        Pada keesokan harinya segera empu jatmika naik ke darat, mencari tempat yang sesuai dengan pesan ayahnya itu.setelah mencari-cari beberapa lamanya akhirnya sampailah empu jatmika ke tempat tersebut lalu ia menggenggam dan mencium tanah tersebut, dan memang benar panasnya seperti bara api dan baunya harum seperti bunga pudak, segeralah empu jatmika memerintahkan rombonganya agar mendirikan candi di tempat tersebut.
        Negeri baru yang didirikan itu diberi nama Nagara Dipa, dan empu jatmika membuat patung dari kayu cendana dan patung tersebut di letakkan di dalam candi,kemudian dipuja sebagai ganti raja di nagara dipa.
..................................
        Pada suatu hari empu jatmika berpesan kepada ke2 orang anaknya empu mandastana dan lambung mangkurat: “apabila aku wafat nanti hendaklah membuang patung gangsa itu ke laut dan kalian ber2 hendaklah bertapa minta seorang raja yang ditunjuk oleh Batara menguasai negara dipa dengan sekalian jajahannya.”
        Tidak berapa lama empu jatmika wafat.segera empu mandastana dan lambung mangkurat bertapa ke pegunungan selama 2 tahun, namun tak memberi hasil apa-apa.
        Pada suatu malam lambung mangkurat bermimpi mendengar suara ayahnya: “hai anakku,lambung mangkurat buatlah rakit dari batang pisang saba,gantung pada tiap penjuru rakit itu mayang pinang,kemudian engkau duduk di atasnya dengan pakaian serba putih,kemudian hanyutkanlah rakit itu di tengah arus yang deras,nanti engkau akan bertemu dengan seorang puteri yang keluar dari dalam buih,puteri itulah yg akan menjadi raja di nagara dipa”.
Keesokan harinya lambung mangkurat segera mengerjakan apa yang telah diperintahkan di dalam mimpinya itu.setelah itu lambung mangkurat duduk di tengah rakit,kemudian dihanyutkannya rakit itu di tengah arus deras sampai ke hilir sungai,dan terhenti di sebuah ulak yang besar,Dan dia melihat keluar buih di ulak tersebut. saat berada di ulak besar itu sayup-sayup dari dalam buih terdengar suara: “hai tuan! Inilah puteri junjung buih,kalau tuan  sungguh ingin mengangkat saya menjadi raja di nagara dipa terlebih dahulu sediakan balai ‘pedudusan’ tempat pemandian raja-raja batung batulis yaang terdapat di gunung batu piling dan balai itu harus selesai dalam 1 hari dan pembangunan tempat itu harus dikerjakn tanpa menggunakan peralaatan besi.dan juga mohon disediakan sehelai kain langgundi yang ditenun oleh 40 orang bujang teruna dan diselesaikan juga dalam 1 hari.”
        Setelah mendengar permintaan itu,segeralah ia pulang dan segera melaksanakan permintaan tersebut,setelah semua permintaan telah selesai dibuat, puteri junjung buih keluar dari dalam buih,kemudian ia memakai kain langgundi,berdudus di balai pedudusan dan sekaligus diangkat menjadi raja di nagara dipa.
        Di suatu malam lambung mangkurat bertemu ayahandanya empu jatmika yang memintanya agar pergi ke majapahit untuk meminang Raden Putera  untuk dijadikan sebagai suami putri junjung buih.maka berangkatlah lambung mangkurat bersama patih-patihnya dengan menggunakan kapal si prabayaksa.
        Di majapahit lambung mangkurat diterima dengan baik,dan diijinkan membawa raden putera.Sebelum berangkat ke borneo Ratu majapahit menghadiahi 2 payung agung,2 payung kertas,2 bedil cacorong,sebilah keris jaga pitirun,gamelan si Rarasasti,babande si macam dan patuk mundarang.
        Dalam perjalanan menuju borneo si prabayaksa(kapal) kandas di pandamaran.dan tidak dapat melanjutkan perjalanannya. Oleh Raden Putera dikatakan bahwa yang menjadi penghalang kapal mereka adalah naga bawahan puteri junjung buih. Dan Raden Putera kemudian terjun ke laut dan bertarung melawan naga tersebut. Pertarungan di dalam laut berlangsung selama 8 hari 8 malam. Di hari ke 9 muncullah Raden Putera ke permukkan laut,sambil berdiri di gong yang bernama si raden paradah atau Gong manah dengan wajah yang bersinar dan bersenjatakan keris nagaselira
        Setelah sampai di nagara dipa (borneo) maka dikawinkanlah Raden Putera dengan Putri Junjung Buih dan diangkatlah mereka menjadi Raja Banjar. Dari perkawinan Raden Putera dan Putri Junjung Buih inilah diturunkan Raja-Raja banjar.

.........................