ASAL
MULA BERDIRINYA
KERAJAAN
BANJAR
Al-kisah, di negri keling tersebutlah
seorang saudagar besar bernama mangkubumi,mempunyai seorang isteri bernama
sitira.saudagar mangkubumi dan sitira mempunyai seorang anak bernama empu
jatmika yang mempunyai isteri bernama sira manguntur.
Empu
jatmika dan sira manguntur memiliki dua orang anak yaitu empu mandastana dan
lambung mangkurat.
Ketika
saudagar mangkumi dalam keadaan sakit,beliau berpesan kepada anaknya empu
jatmika “apabila kelak meninggal dunia,maka
janganlah engkau tetap tinggal di negri keling ini,sebab engkau nanti akan
mendapat malapetaka, segeralah engkau berpindah mencari tempat yang tanahnya
panas dan baunya wangi” .
Tidak berapa lama setelah itu akhirnya
saudagar itu meninggal dunia,setelah selesai penguburan mayat ayahnya empu
jatmika segera berkemas untuk berlayar mencari tempat yang telah diwasiatkan
ayahnya dulu.setelah beberapa lama berlayar sampailah empu jatmika beserta
rombongannya di ujung tanah,lalu bermalam di tepat itu.pada malam harinya empu
jatmika bermimpi mendengar suara ayahnya yang berkata, “hai anakku! Naiklah engkau ke darat,nanti engkau akan mendapat tempat
yang tanahnya panas seperti bara api dan berbau wangi,yang wanginya seperti
bunga pudak.”
Pada keesokan
harinya segera empu jatmika naik ke darat, mencari tempat yang sesuai dengan
pesan ayahnya itu.setelah mencari-cari beberapa lamanya akhirnya sampailah empu
jatmika ke tempat tersebut lalu ia menggenggam dan mencium tanah tersebut, dan
memang benar panasnya seperti bara api dan baunya harum seperti bunga pudak,
segeralah empu jatmika memerintahkan rombonganya agar mendirikan candi di
tempat tersebut.
Negeri
baru yang didirikan itu diberi nama Nagara
Dipa, dan empu jatmika membuat patung dari kayu cendana dan patung tersebut
di letakkan di dalam candi,kemudian dipuja sebagai ganti raja di nagara dipa.
..................................
Pada
suatu hari empu jatmika berpesan kepada ke2 orang anaknya empu mandastana dan
lambung mangkurat: “apabila aku wafat
nanti hendaklah membuang patung gangsa itu ke laut dan kalian ber2 hendaklah bertapa minta seorang raja yang ditunjuk oleh
Batara menguasai negara dipa dengan sekalian jajahannya.”
Tidak
berapa lama empu jatmika wafat.segera empu mandastana dan lambung mangkurat bertapa
ke pegunungan selama 2 tahun, namun tak memberi hasil apa-apa.
Pada suatu malam
lambung mangkurat bermimpi mendengar suara ayahnya: “hai anakku,lambung mangkurat buatlah rakit dari batang pisang
saba,gantung pada tiap penjuru rakit itu mayang pinang,kemudian engkau duduk di
atasnya dengan pakaian serba putih,kemudian hanyutkanlah rakit itu di tengah
arus yang deras,nanti engkau akan bertemu dengan seorang puteri yang keluar
dari dalam buih,puteri itulah yg akan menjadi raja di nagara dipa”.
Keesokan harinya lambung mangkurat segera
mengerjakan apa yang telah diperintahkan di dalam mimpinya itu.setelah itu
lambung mangkurat duduk di tengah rakit,kemudian dihanyutkannya rakit itu di
tengah arus deras sampai ke hilir sungai,dan terhenti di sebuah ulak yang besar,Dan dia melihat keluar
buih di ulak tersebut. saat berada di
ulak besar itu sayup-sayup dari dalam buih terdengar suara: “hai tuan! Inilah puteri junjung buih,kalau
tuan sungguh ingin mengangkat saya menjadi raja di nagara dipa terlebih dahulu
sediakan balai ‘pedudusan’ tempat pemandian raja-raja batung batulis yaang
terdapat di gunung batu piling dan balai itu harus selesai dalam 1 hari dan
pembangunan tempat itu harus dikerjakn tanpa menggunakan peralaatan besi.dan
juga mohon disediakan sehelai kain langgundi yang ditenun oleh 40 orang bujang
teruna dan diselesaikan juga dalam 1 hari.”
Setelah mendengar
permintaan itu,segeralah ia pulang dan segera melaksanakan permintaan
tersebut,setelah semua permintaan telah selesai dibuat, puteri junjung buih
keluar dari dalam buih,kemudian ia memakai kain langgundi,berdudus di balai
pedudusan dan sekaligus diangkat menjadi raja di nagara dipa.
Di
suatu malam lambung mangkurat bertemu ayahandanya empu jatmika yang memintanya
agar pergi ke majapahit untuk meminang Raden
Putera untuk dijadikan sebagai suami putri junjung
buih.maka berangkatlah lambung mangkurat bersama patih-patihnya dengan
menggunakan kapal si prabayaksa.
Di
majapahit lambung mangkurat diterima dengan baik,dan diijinkan membawa raden putera.Sebelum berangkat ke borneo
Ratu majapahit menghadiahi 2 payung
agung,2 payung kertas,2 bedil cacorong,sebilah keris jaga pitirun,gamelan si
Rarasasti,babande si macam dan patuk mundarang.
Dalam perjalanan
menuju borneo si prabayaksa(kapal) kandas di pandamaran.dan tidak dapat
melanjutkan perjalanannya. Oleh Raden Putera dikatakan bahwa yang menjadi
penghalang kapal mereka adalah naga bawahan puteri junjung buih. Dan Raden
Putera kemudian terjun ke laut dan bertarung melawan naga tersebut. Pertarungan
di dalam laut berlangsung selama 8 hari 8 malam. Di hari ke 9 muncullah Raden
Putera ke permukkan laut,sambil berdiri di gong yang bernama si raden paradah atau Gong manah dengan wajah yang bersinar dan bersenjatakan keris nagaselira
Setelah sampai di
nagara dipa (borneo) maka dikawinkanlah Raden Putera dengan Putri Junjung Buih
dan diangkatlah mereka menjadi Raja Banjar. Dari perkawinan Raden Putera dan
Putri Junjung Buih inilah diturunkan Raja-Raja banjar.
.........................
Tidak ada komentar:
Posting Komentar